Pages

Saturday, 11 February 2017

OZ Summer Trip - Part 2: Perlengkapan dan Perbekalan

Siap cabcus setelah beres packing dan pamitan sama Papanya Kudanil

Di postingan kali ini, gue berbagi tentang apa saja perbekalan yang gue dan Kudanil bawa  (dan isi ulang) selama Oz Summer trip yang telah kami jalani selama 3 Desember 2016 sampai dengan 18 Januari 2017 lalu. 

KENDARAAN
  • Ban serep
  • Dongkrak dan peralatan ganti ban
  • Oli cadangan
  • Tool box berisi obeng dengan beragam mata, tang, kunci inggris, kunci pas beraneka ukuran, dll
  • Jerrigen buat bensin. Harga bensin di setiap pom bensin Aussie itu beda-beda walaupun sama-sama BP/Caltex/Shell atau provider lainnya. Terus, semakin kecil dan terisolasi wilayahnya, makin mahal harga bensinnya. Jadi untuk meminimalisir pengeluaran bahan bakar, sebisa mungkin kami isi full tank plus 2 jerrigen yang kami bawa begitu nemu pom bensin murah (yang bisa dipantau via beberapa web/aplikasi pencari harga bensin murah) dan sebelum masuk Nullarbor, jalur gurun yang terbentang sepanjang 1675km mulai dari Norsman di Western Australia hingga Ceduna di South Australia dimana harga bensin disana bisa mencapai 50 sen lebih mahal dari harga rata-rata di Aussie.

BEDDING
Selain sebagai kendaraan, van yang kami bawa juga merupakan tempat tidur utama kami selama trip berlangsung. Berhubung van yang kami bawa bukanlah sebuah camper van, jadinya kami harus ngeset tempat tidur kami sendiri di dalam van tsb.  Kami ngeset sebuah queen-sized air mattress beralas papan kayu yang disangga oleh krat di ujung-ujungnya. Selai sebagai penyangga, krat-krat tersebut kami manfaatkan untuk menyimpan logistik makanan dan perlengkapan. Ruang kosong di bawahnya kami gunakan untuk menyimpan ban serep, body board, kursi kemping  dan beberapa kontainer berisi logisitk dan beberapa barang printilan.


MAKANAN & MINUMAN
  • Air
Gue dan Kudanil cukup lebay bawa 2 jerrigen dengan total volume sebesar 60 liter soalnya kami malas bentar-bentar berhenti untuk ngisi air. Selain buat minum, masak, dan cuci piring, air juga penting banget untuk mendinginkan kepala. Selain dehidrasi, saking teriknya matahari plus AC di Twilight nggak berfungsi, darah di ubun-ubun gue serasa mendidih pas meintasi Nullarbor, bikin kepala pusing, keliyengan dan nyaris pingsan. Tepat sebelum gue terkapar, Kudanil ngebasahin handuk untuk dibebat di kepala gue biar adem.
  • Makanan Pokok
* Beras. As an Indonesian, I obviously need RICE POWER lah yaaaaa. Minimal seminggu 2x gue harus makan nasi. Kalau nggak, bisa lemah, letih, dan lesu gue. Anw, dari pasangan Prancis yang gue temui pas climbing di Siera Range, Grampians, gue mendapatkan sebuah trik jitu untuk memasak nasi, yaitu dengan mencampur beras yang akan dimasak dengan parutan kelapa kering (desicated coconut). Jadinya gurih dan harum gitu nasinya.
* Mie dan Pasta
Untuk mie, favorit gue sudah pasti Indomie goreng. Favorit gue sih yang rasa ayam goreng, yang bungkusnya ada warna biru gitu di ujungnya, tapi orang-orang Aussie yang gue kenal lebih suka yang rasa original. Untuk pasta, kami makan segala macam bentuk pasta, mulai dari spaghetti, maccaroni, fettuchini,  dlll. Yang penting murah, 1$ per 500gr di Coles.
* Musli
Gue nggak doyan-doyan amat sama yang namanya Musli tapi pas nyobain homemade musli buatan mamanya Kudanil, gue jadi ketagihan. Hahahaa! Homemade musli yang terdiri dari kepingan gandum plus buah kering dan aneka kacang-kacangan tsb jadi menu favorit banget buat sarapan. Selain enak, gampang pula nyiapinnya, yaitu tinggal ditambahin susu dan potongan buah segar atau kalengan seperti pisang, pir, aprikot atau plum.

Anw, selain homemade musli, mamanya Kudanl juga ngebekelin kami dengan 31 kaleng sarden. Awalnya gue terharu banget dengan kebaikannya tersebut. Eh ndelalah sarden tersebut merupakan makanan kucing peliharaan doi. Doi ngehibahin sarden tersebut karena kucingnya nggak doyan. Hahaha! Tahu akan fakta tersebut, gue jadi malas banget makan tuh sarden. Sampai trip berakhir, kami nggak sekalipun nyentuh sarden tersebut. Ogaaah!
  • Ransum Tentara (Army ration) 
YUP! Untuk road trip ini, perbekalan utama kami adalah paketan ransum tentara yang dihibahkan oleh Byron, adik tirinya Daniel. Byron dulu sempat gabung di tentara darat Aussie. Doi nimbun sisa-sisa paketan ransum yang dia dapat selama menjalankan misi ketentaraan. Bahkan doi juga ngumpulin paketan-paketan yang dibuang ma rekan-rekan di kesatuannya. Ransum tentara ini terdiri dari
* hydrated food aneka jenis dan rasa (beef /chicken teriyaki, beef and green beans, savoury beef, tuna mornay, Malaysian lamb curry, etc)  yang tinggal diseduh atau diangetin selama 15-20 menit
* keju kaleng (yang isinya kadang berwarna kuning, kadang oren)
* permen dan smarties
* minuman berenergi
* teh, kopi, krimer, gula, garam, dan merica dalam sachet
* selai, susu kental manis, dan yeast extract (cem Vegemite gitu)
Selain makanan, paketan ransum tentara ini juga terdiri dari beberapa peralatan masak dan makan seperti
* spons mini ukuran 2x3cm untuk cuci piring
* sendok merangkatp alat pembuka kaleng
* korek api: yang biasa dan yang tahan air
To tell you the truth, awalnya gue enggan gitu mau makan ransum tentara tersebut. Iuch gimana gitu. Mending makan mie goreng instan kemana-mana deh. Tapi mau nggak mau akhirnya gue harus makan ransum tentara tersebut. Surprisingly, they were much better and tastier than I thought.  Yang awalnya nggak doyan malah jadi ketagihan. Hahaaaa. Tapi nggak baik juga sih terus-terusan makan hydrated food tsb karena walaupun tasty, kandungan nutrisi di dalamnya cukup meragukan. Lidah senang, perut kenyang namun badan gampang lemes. 
  • Buah dan sayuran segar
Agar jadi lebih sehat dan berenergi, sebisa mungkin kami mengolah aneka bahan makanan instant tersebut dengan mengkombinasikannya bersama sayuran segar seperti basil, bayam, wortel dan tomat.
  • Bahan makanan kalengan
Berhubung ngirit dan nggak bisa terus-terusan ngandalin esky, mau nggak mau kami nyetok buah, sayur dan kacang-kacangan dalam kaleng.
  • Minuman
Kopi, teh, susu, coklat seduh, air kelapa dalam kaleng (Mak cess pleng banget diminum dingin-dingin di kala hari sedang terik-teriknya)
  • Bahan makanan lainnya
Telur, margarin, mayones, wraps, bawang putih, bawang bombay, gula, garam, bumbu kari instan, aneka bumbu dan herbs.


PERALATAN
  • Esky. Penting banget untuk menjaga buah-buahan dan sayuran tetap segar selama beberapa hari. Tips: Dibandingkan mengandalkan es curah untuk dimasukkan ke dalam esky, lebih baik membekukan air dalam botol plastik. Selain es-nya awet lebih lama, saat meleleh, airnya nggak ngerendem makanan di dalam esky. Bisa diminum pula lelehannya. Kalau mau lebih efisien lagi, bikin esnya pakai kotal tetrapak ukuran 1 liter bekas susu/jus. Jadi lebih gampang dan efisien tempat pas ditata di dalam esky.
  • Mini Fridge. Kami colok selama driving. Biasanya kami isi dengan  bir dan air kelapa kalengan.  Mak cess pleng banget panas-panas, haus, minum air kelapa dingin.
  • Kompor. Dalam trip ini gue dan kudanil membawa sebuah kompor gas double burner lengkap dengan gas tabung seberat 15kg which surprisingly lasted till the end of the trip. Untuk cadangan kami bawa kompor hi-cook + gas kalengan, dan kompor gas metane kecil.
  • Peralatan  makan & memasak: Mangkok, gelas, sendok, garpu, talenan, pisau, wajan, panci, dll. 
  • Tenda. Bosan juga kalau terus-terusan tidur di dalam van. Lagipula lebih enak tidur di tenda (tanpa fly sheet yang nutupin bagian atas tenda yang biasanya berupa jaring-jaring)  pas malam bertabur bintang dengan indahnya.
  • Kursi kemping untuk leyeh-leyeh khususnya pas api-unggunan
  • Portable lamps: solar lamp, head lamp.
  • Kontainer  (kotak kayu/plastik) dan krat. Agar lebih well-organized, kami membawa beberapa kontainer kayu, plastik  dan crates untuk menata barang-barang bawaan kami.Secara garis besar, kotak-kotak yang kami bawa terbagi menjadi 4 fungsi: tempat peralatan masak dan makan, tempat bahan makanan, tempat pakaian, dan tempat barang printilan lainnya.

DAN LAIN-LAIN
  • Peralatan rock climbing . YA IYA LAAAH YAAA karena tujuan utama trip ini adalah untuk rock climbing di Grampians.
  • Guide book, disesuaikan dengan destinasi yang dikunjungi
  • Kamera + charger/adaptor yang bisa dicolok di mobil 
  • Fly Swat! Believe me, there’s nothing more annoying than flies during summer in Aussie.
  • Kelambu dan mosquito repellant
  • Tikar dan terpal
  • Toiletries: sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, shampo, sun block, dll
  • Alat tulis. Buku dan pulpen untuk menulis jurnal perjalanan
  • Buku Bacaan! Penting banget untuk seorang kutu buku macam gue. Note: Selain membawa beberapa koleksi sastra gue, di trip ini gue dibekali Papanya Kudanil  novel bertajuk 1984 karangan George Orwell. Jadi ceritanya, beberapa hari sebelum trip dimulai, gue dan doi ngobrolin tentang pemilu Jakarta. Di obrolan itu gue sharing tentang artikel tentang Pemilu Jakarta dan bahaya Double Think yang menjadikan 1984 sebagai referensi. Eh ndelalah novel tersebut adalah salah satu novel favorit doi. Saat tahu gue belum pernah baca novel tsb, doi langsung ngambil novel miliknya dan minjemin ke gue. Kata doi, "Novel ini jadi bahan penjaga kewarasan gue selama ngetrip bareng anaknya yang ajaib.
  • Plastik sampah
  • Deterjen, tali jemuran dan jepitan baju

ULTIMATE TIPS
In the end, all I could say is prepare your trip thoroughfully! Pertimbangkan betul-betul apa yang perlu dan benar-benar dibutuhkan untuk dibawa selama. Ada yang bilang untuk selalu memaksimalkan ruang, but…  just because there is still enough space, it doesn’t mean that you should fill it up all. Jangan kayak kami, rempong-rempong bawa body board, wet suit, skate board yang berat, makan tempat dan ujung-ujungnya nggak dipakai sama sekali.

Sekian yang bisa gue bagi dalam postingan kali ini. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin menjalani road trip di Australia. Untuk yang ingin bertanya lebih lanjut, monggo tinggalkan pertanyaan di kolom komentar. Japri juga boyeeeeh :)

Cheers!


-ari.sita-

No comments: