Pages

Monday, 22 August 2016

Kumaha Engke We...

Perth, 22 Agustus 2016

Beberapa hari yang lalu, di kala transit dari satu kelas ke kelas berikutnya, seorang teman yang berasal dari India yang biasanya segar bugar terlihat pucat. Gue nanya dong dia kenapa. Sakit apa nggak. 
"I have fever and STRESS."
"Stress kenapa?"
"I couldn't finish the problem on last 2 tutorial (of Introduction of Design of Offshore System) sessions. Could you?"

Dengan entengnya gue jawab, "Kagak!"

"How about the previous one, the first one?" tanya dia lagi.
"Selesai tapi jawabanny salah, soalnya salah masukin rumus. Yang harusnya dikali malah ditambah. Hahahaaa"
"Kok lo bisa ketawa gitu sih?"
"Lho? Salah ya gue ketawa?" tanya gue jadi bingung.
"Tutorial will affect your final mark."
"Yes I know. But... it will only contribute 5%, no? 25% from assignments and 70% from final exam. So why should we be too desperate if we failed on tutorial? Different case with Concrete Structure which problem solving in tutorial session will contribute 15% of final mark."
Terus dia curhat panjang lebar. Intinya dia benar-benar merasa tertekan karena tidak bisa ngimbangin ritme perkuliahan disini. Dia bahkan udah kepikiran pengen balik aja ke India.
Beberapa hari kemudian gue cerita soal ini ke teman gue yang anak Indonesia tapi beda jurusan. Teman gue ini malah nambahin kalau tetangga unitnya, orang Papua Nu Gini, juga mirip gitu desperatenya ma teman gue yang India. Sampai-sampai dia nggak mau lagi kuliah, cuma mau datang 1 perkuliahan aja seminggu.
Terus gue jadi mikir, ini mereka-nya aja yang lebay desperatenya apa gue yang terlalu santai ya dengan prinsip 'kumaha engke we' andalan gue?!?
-ari.sita-

No comments: