Pages

Thursday, 1 September 2016

Balada Tugas Kelompok: Free Rider Oh... Free Rider

Perth, 1 September 2016

Minggu lalu gue lagi rungsing-rungsingnya dan otak hampir mbledos. Penyebab utamanya adalah tugas kelompok untuk unit Project Management & Engineering Practice. Tugasnya sih biasa aja sebenernya: studi kasus sebuah project, digging how project management theories applied on it. Yang bikin mumet adalah:
1. Gue sekelompok sama orang-orang oriental yang bahasa inggrisnya ga jelas (ini bikin gue wondering, kok bisa ya mereka diterima kuliah S2 disini? Mengingat berkali-kalinya gue ambil IELTS demi dapat LOA unconditional disini. Mereka pakai waiver atau gimana ya? Apa pas IELTS pake joki. Sorry banget, gue ga bisa ga negative thinking soal ini.)
2. Banyaknya 'FREE-RIDER!!!' 4 dari 5 orang segrup gue really has no idea about what is project management. Hal ini mungkin karena mereka emang belum pernah kerja/terlibat sebuah proyek, abis S1 lanjut S2. Lalu diperparah dengan malas kuliah (jarang masuk lecture) dan fokus ke HP pas lagi tutorial. Pengen gue timpuk beneran deh, soalnya tiap tutoral itu ada studi kasus yang harus dijawab. Jadinya mereka nggak pernah bisa nyelesain bagian mereka. Ujung-ujungnya gue-gue juga yang memperbaiki. Dan ujung-ujungnya tiap tutornya nunjuk meja kelompok gue untuk jawab pertanyaan, gue lagi, gue lagi yang jawab (walaupun kadang jawaban gue kurang tepat).

3. Mentang-mentang project usulan gue, Perth Rail Stadium, yang menang voting, semua tanggung jawab research diserahkan ke gue. Errrggghhh. ALL BY MYSEEEEEEEEEEELF!!! Mulai cari data, arrange interview sama project managernya, (dan ujung-ujungnnya finishing juga) *ada 1 orang ding yang ngebantuin*
Curhat ke Om Jos, doi malah nanya, "Kenapa stress, hon? Mereka terlalu kompetitif dan gila kerja ya?"
Gue: "KAGAAAAAK! kebalikannya!"
Terus gue lanjut curhat ke satu-satunya anggota grup yang ngebantuin gue itu. Dia bilang, temen-temen segrup yang dari Tiongkok emang nggak bisa diandelin. Umumnya mereka itu cuma stick with text books, less initiative. Lha gue malah jadi bingung. Soale dia orang Tiongkok juga.
"Tiongkok luas keleuuuuuuuus! Penduduknya Milyaran. Nggak semuanya kayak mereka. Buktinya gue."
Terus gue benchmark ke sesama pelajar dari Indonesia yang ngambil unit itu. Ternyata dia bernasib hampir serupa ma gue. Rekan segrupnya yang dari Tiongkok pada jadi Free Rider dan terlihat malas-malasan kuliah. 
"Mereka nggak sayang apa mahal-mahal bayar kuliah disini terus malas-malasan gitu?!? Seceritanya temen gue yang pernah belajar di Eropa dan US, pelajar dari Tiongkok itu super kompetitif. Gila belajar. Kok di grup gue orang-orangnya ga kayak gitu ya?"
Jawab temen gue anak Indonesia itu, "Wajar kali banyak dari mereka malas-malasan kuliah soale tujuan mereka kuliah di Australia kan bukan untuk menuntuk ilmu atau dapat gelar. Tujuan mereka adalah untuk dapat PR (PERMANENT RESIDENCE)."
Errggghhh!!! Pantesan!!! 
Akhirnya dapat penjelasan masuk nalar.

-ari.sita-

No comments: