Pages

Friday, 9 September 2016

Balada Tugas Kelompok: Kick Aja!

Perth, 9 September 2016

Untuk tugas kelompok di unit Nemerical Method & Modelling, gue satu kelompok dengan 3 orang cowok Australia, 1 orang cewek India dan 1 orang cowok India. Yang gue lumayan kenal dan akrab cuma yg si cewek India. 
Media komunikasi utama kami adalah lewat grup fb. Ketemu kelompok cuma sekali. Yang hadir cuma gue dan 3 cowok Australia itu. Pertemuannya singkat. Cuma bagi tugas. Karena ada 5 pertanyaan, jadi masing-masing kebagian tanggung jawab untuk ngerjain 1 pertanyaan (yang beranak pinak). Cover/declaration sheet  ditandatangani saat itu juga terus gue yg megang karena gue bagian ngompile dan juga biar temen gue si cewek Indi bisa ttd. Gue ma dia ngerjain bareng soale.
Nah... si cowok India ini nggak jelas kabarnya. Diundang gabung e grup, dia bilang nggak punya akun fb. Dia malah ngasih nomornya. Terus, harus kami (anggota grup lainnya) yang ngejar2 dia gitu?!?
Helllooooooooo.....
Deket2 deadline, dia baru gabung grup. Dengan sok asiknya, pakai manggil 'bro...' segala (basa-basi) nanya apa yang bisa dia kerjakan. Ketua grup gue bales kalau udah selesai semua.
Ibarat dialog antara Cinta dan Rangga di AADC1, "BASI!!! Madingnya udah mau terbit!!!"
Nah... Rabu lalu si cowok India ucluk-ucluk nyamperin gue setelah kelas. Nodong minta diperbolehkan tanda tangan di cover sheet. Untung gue nggak bawa. Jadi dia ga bisa tanda tangan.
Tapi... karena masih ada seupil perasaan nggak tega, yowesh lah dia disuruh ngerjain persoalan terakhir, paling gampang dan relatif tidak makan waktu banyak (dibandingkan harus coding di Matlab untuk pertanyaan-pertanyaan lainnya), yaitu bikin essay 1-2 halaman tentang sejarah analisis Fourier.
Kemarin siang (H-1 deadline) dia ngirim essaynya. Oh my God!!! Copy-paste banget. Bahkan untuk rumus-rumus yg dia comot entah dari mana! Pada tau kan gimana ancurnya ngopy-paste artikel dr pdf/halaman web ke Word?!? Paragraf pun berantakan. Gue geram banget! Berhubung gue bagian ngompile, gue minta dia ngerevisi essay itu. Kalau udah beres baru temui gue utk ttd cover sheet.
Eh ternyata anggota-anggota lainnya juga geram! Kami bikin virtual meeeting. Mau nge-kick si cowok India atau nggak. Aku sih, YES! yang lain juga YES (kecuali si cewek India yg tidak berani bersikap). Terus memohon-mohon gitu deh dengan berbagai alasan dan janji-janji bakal ngambil porsi lebih besar untuk tugas berikutnya. Dipertimbangkan lah permohonannya dengan catatan tetep harus ngeberesin essay.
Pas jam 6 sore, si cowok India itu nemuin gue untuk ttd cover sheet. Eh.. beberapa menit kemudian si ketua grup gue bilang kalau si cowok India itu di-kick dr grup. Jadi dia dan 2 cowok bule lainnya di grup gue minta si cowok India nemuin mereka utk semacam assessment ada atau tidak adanya itikad baik si cowok India ini untuk berkomitmen di grup. Ternyata menurut mereka, kagak ada secercah pun itikad yg diharapkan itu.
"Lha piyeeeee? Orangnya udah TTD," gue jd serba salah.
Kata si ketua grup, "CORET AJA Nama dan ttd-nya!"
Sudah sesimpel itu!
Perasaan gue jadi campur aduk. Seneng karena ketua gue tegas tapi ngeri juga kalo (amit-amit) si cowok India itu mendendam dan nekat melampiaskannya ke gue. Horror banget! Sekarang jadi kepikiran untuk ngambil kelas beladiri. Hmm...

-ari.sita-

Thursday, 1 September 2016

Balada Tugas Kelompok: Free Rider Oh... Free Rider

Perth, 1 September 2016

Minggu lalu gue lagi rungsing-rungsingnya dan otak hampir mbledos. Penyebab utamanya adalah tugas kelompok untuk unit Project Management & Engineering Practice. Tugasnya sih biasa aja sebenernya: studi kasus sebuah project, digging how project management theories applied on it. Yang bikin mumet adalah:
1. Gue sekelompok sama orang-orang oriental yang bahasa inggrisnya ga jelas (ini bikin gue wondering, kok bisa ya mereka diterima kuliah S2 disini? Mengingat berkali-kalinya gue ambil IELTS demi dapat LOA unconditional disini. Mereka pakai waiver atau gimana ya? Apa pas IELTS pake joki. Sorry banget, gue ga bisa ga negative thinking soal ini.)
2. Banyaknya 'FREE-RIDER!!!' 4 dari 5 orang segrup gue really has no idea about what is project management. Hal ini mungkin karena mereka emang belum pernah kerja/terlibat sebuah proyek, abis S1 lanjut S2. Lalu diperparah dengan malas kuliah (jarang masuk lecture) dan fokus ke HP pas lagi tutorial. Pengen gue timpuk beneran deh, soalnya tiap tutoral itu ada studi kasus yang harus dijawab. Jadinya mereka nggak pernah bisa nyelesain bagian mereka. Ujung-ujungnya gue-gue juga yang memperbaiki. Dan ujung-ujungnya tiap tutornya nunjuk meja kelompok gue untuk jawab pertanyaan, gue lagi, gue lagi yang jawab (walaupun kadang jawaban gue kurang tepat).

3. Mentang-mentang project usulan gue, Perth Rail Stadium, yang menang voting, semua tanggung jawab research diserahkan ke gue. Errrggghhh. ALL BY MYSEEEEEEEEEEELF!!! Mulai cari data, arrange interview sama project managernya, (dan ujung-ujungnnya finishing juga) *ada 1 orang ding yang ngebantuin*
Curhat ke Om Jos, doi malah nanya, "Kenapa stress, hon? Mereka terlalu kompetitif dan gila kerja ya?"
Gue: "KAGAAAAAK! kebalikannya!"
Terus gue lanjut curhat ke satu-satunya anggota grup yang ngebantuin gue itu. Dia bilang, temen-temen segrup yang dari Tiongkok emang nggak bisa diandelin. Umumnya mereka itu cuma stick with text books, less initiative. Lha gue malah jadi bingung. Soale dia orang Tiongkok juga.
"Tiongkok luas keleuuuuuuuus! Penduduknya Milyaran. Nggak semuanya kayak mereka. Buktinya gue."
Terus gue benchmark ke sesama pelajar dari Indonesia yang ngambil unit itu. Ternyata dia bernasib hampir serupa ma gue. Rekan segrupnya yang dari Tiongkok pada jadi Free Rider dan terlihat malas-malasan kuliah. 
"Mereka nggak sayang apa mahal-mahal bayar kuliah disini terus malas-malasan gitu?!? Seceritanya temen gue yang pernah belajar di Eropa dan US, pelajar dari Tiongkok itu super kompetitif. Gila belajar. Kok di grup gue orang-orangnya ga kayak gitu ya?"
Jawab temen gue anak Indonesia itu, "Wajar kali banyak dari mereka malas-malasan kuliah soale tujuan mereka kuliah di Australia kan bukan untuk menuntuk ilmu atau dapat gelar. Tujuan mereka adalah untuk dapat PR (PERMANENT RESIDENCE)."
Errggghhh!!! Pantesan!!! 
Akhirnya dapat penjelasan masuk nalar.

-ari.sita-