Pages

Monday, 5 August 2013

LIONESS' EXPERIENCE: MABOK MINYAK TELON

Paris,  July 4 - 5,  2013

Kamis malam, begitu tiba di flat-nya Leon seusai nonton konser Jazz di Rue des Petites, saya langsung ganti baju, cuci muka, dan sikat gigi untuk persiapan tidur. Baru mau ke kasur eh si Leon manggil saya ke dapurnya.

"Kamu mau ke Marseille kan? Kebetulan saya punya minuman khas sana yang harus kamu coba!" ucapnya sambil mengeluarkan sebuah botol beling berwarna coklat dari dalam kulkasnya. "Minuman ini namanya Pastis. Salah satu minuman tradisional dari Prancis. Lebih tepatnya sih dari Prancis selatan soalnya ini minuman khas wilayah Mediteranian. Pastis de Marseilles ini yang paling terkenal," jawab Leon sambil menuangkan minuman itu ke dalam dua gelas kaca yang kemudian salah satunya diberikan kepada saya.

Pastis (beras kencur ala Marseille)
Sumber: klik disini
Sekilas minuman ini mirip beras kencur. Warnanya putih gading gitu dengan bau rempah yang sangat menyengat. Bau minuman ini terasa tidak asing bagi saya tapi saya lupa baunya mirip bau apa.

"Cheers!" saya dan Leon bersulang.

GLEGEK!

Tegukan pertama masuk dan perut saya langsung panas dibuatnya. Lidah saya jadi kelu. Rasa dan bau minuman itu benar-benar aneh. Nggak enak!

"Gimana rasanya? Suka?" tanya Leon dengan santai begitu menyeruput Pastis dalam gelasnya.

"It's too strong for me," jawab saya dengan kepala agak-agak pusing.

"Pastis ini memang tinggi banget sih kandungan alkoholnya, sekitar 40%."

PANTESAN!!!

Tadinya si Leon maksa saya ngehabisin sisa minuman saya karena sayang kalau dibuang namun karena muka saya udah ungu nggak karuan akhirnya dia nggak tega. Dihabiskannya minuman yang tadinya dia tuang untuk saya.

Keesokan harinya...

Saat saya tengah asik ngobrol-ngobrol sama Felix, computer programmer keturunan Brazil yang lagi ngebenerin komputernya Leon, si empu rumah dengan baik hatinya membawakan kami minuman. 

"Nih Lix gue ada Pastis," ucap Leon sambil menyerahkan segelas kecil berisi minuman beras kencur yang kali ini terlihat lebih encer dan disajikan bersama beberapa potong es batu dan buah zaitun. Felix mah doyan-doyan aja secara dia juga sebelumnya lama tinggal di wilayah Prancis selatan.

"Nih satu buat kamu," ucap Leon sembari menyerahkan satu gelas lainnya pada saya. "Jangan khawatir, kali ini nggak akan se-strong kemaren kok. Kemarin saya salah. Harusnya minuman ini diencerin dulu dengan air sebelum diminum," ucap Leon untuk menenangkan saya yang terlihat trauma dengan minuman yang ditawarkannya.

Saya pun coba meneguk minuman yang telah diencerkan itu. Jadi terasa lebih soft sih tapi...mau yang udah dicairin kek mau yang belum tetap aja minuman ini rasanya nggak enak.

Dan... saya baru ingat kalau beras kencur gadungan ini baunya sama persis dengan bau minyak telon.

Hoalah!!! 

Fix mabok minyak telon ni di malam terakhir saya di Paris [-____-].

--L--

No comments: