Pages

Sunday, 29 June 2014

HOTEL REVIEW: Rumah Dangdos Bandung

Bandung, Juni 2014

Tampak depan Rumah Dangdos (sumber: www.klikhotel.com)

"Selamat datang di Rumah Dangdos. Jangan sungkan-sungkan, anggap saja rumah sendiri," sapa seorang pria paruh baya begitu saya dan George memasuki sebuah rumah bergaya kolonial Belanda yang terletak di Jl. Pangeran Kornel No. 3, Bandung. Ia mempersilakan kami duduk di atas sofa salah satu common room (ruang bersama) yang ada disana.

Kami menyerahkan voucher hotel yang kami beli dari salah satu situs online booking. Sembari menunggu kamar kami disiapkan, ia bertanya kami mau minum apa. Tanpa banyak pikir panjang kami pun menyebutkan minuman favorit kami, 'kopi'. Tidak lama berselang, seorang pembantu rumah tangga menyajikan minuman yang kami pesan. Sebuah aroma yang tidak asing menghigapi cuping hidung saya. Ah... Kopi Aroma!!! Kopi khas Bandung yang menjadi favorit saya semasa kuliah di ITB dulu.

Ruang bersama di Rumah Dangdos © Jiří Sedláček (2014)
Patio di area void Rumah Dangdos © Jiří Sedláček (2014)

Sembari menikmati kopi dan rintik hujan yang masih bersisa, kami cukup banyak berbincang dengan pria bernama Pak Yusron itu. Ia merupakan staff sekaligus pemilik Rumah Dangdos. Dengan bahasa Inggris-nya yang fasih, ia bercerita tentang penginapan yang dimilikinya itu. Diakunya bahwa Rumah Dangdos mengadopsi konsep Bed & Breakfast (B&B) seperti yang banyak terdapat di Inggris atau negara-negara Eropa lainnya. Biasanya B&B menempati sebuah rumah pribadi dengan jumlah kamar yang disewakan kurang dari 10. Berbeda dari hotel pada umumnya, servis yang disediakan B&B tidaklah bersifat 24 jam. B&B hanya menyediakan akomodasi berupa tempat bermalam dan sarapan pagi.

Untuk rumah Dangdos sendiri, disini terdapat total 4 (empat) kamar tidur yang disewakan dan 1 (satu) kamar mandi bersama (sharing bathroom). Interior dan eksterior bangunan ini sarat bernuansa vintage dan didominasi oleh perabot kayu. Di ruang tamu yang menjadi common room, selain foto keluarga, dinding-dinding disana banyak dihiasi oleh beberapa lukisan. Salah satu lukisan yang paling menarik bagi saya adalah replika lukisan Raden Saleh yang menggambarkan 4 (empat) ekor singa tengah menyerang seorang ksatria berkuda lengkap dengan sebilah pedang panjangnya. Selain itu, terdapat juga sebuah piano yang dapat dimainkan oleh pengunjung yang berminat.


Kamar di Rumah Dangdos © Jiří Sedláček (2014)

Sembari menunjuk pada peta Bandung yang ada di dekat kami, Pak Yusron bersemangat sekali merekomendasikan beberapa objek wisata yang ada di Bandung. Untuk tidak memonopoli pembicaraan, ia juga sangat antusias mengorek cerita dari George tentang kota kelahirannya, Praha. Suasana akrab pun makin terasa.

Kami dipersilakan masuk ke kamar kami begitu kamar tersebut sudah beres dibersihkan. Kamar kami dilengkapi dengan sebuah ranjang ukuran sedang, kipas angin kecil, meja-meja kecil, cermin dan standing lamp. Dua potong handuk bersih pun tersedia. Saya dan George tidur sore terlebih dahulu untuk melepas penat sebelum petang nanti kami harus bertolak menghadiri resepsi pernikahan salah seorang kawan kuliah saya dulu yang diadakan di gedung Serasan Sesko TNI di Jl. Martanegara.


Pak Yusron sendiri yang melayani sendiri para tamunya, termasuk pada saat sarapan

Menu sarapan di Rumah Dangdos © Jiří Sedláček (2014)

Keesokan harinya, kami terbangun saat terdengar alunan denting piano yang dimainkan oleh salah seorang tamu lain. Benar-benar romantis. Dan begitu kami keluar kamar, kami menjumpai ruang di bawah void yang ada di depan kamar kami disulap menjadi ruang makan bersama. Tidak seperti hotel pada umumnya yang menyajikan roti dan atau nasi goreng, Rumah Dangdos menyajikan paket nasi kuning dengan potongan telur dadar keripik tempe, dan suwir daging dibungkus dalam daun pisang. dilengkapi pula dengan kerupuk renyah. Indonesia banget! Free flow jus jeruk dan kopi turut menemani. Tak lupa kue tradisional berupa kue mangkuk disajikan sebagai makanan pencuci mulut.

Rumah Dangdos benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda dari menginap di hotel lain. Keramahan dan kenyamanan disini benar-benar membuat serasa tinggal di rumah sendiri. Lain kali menyambangi Kota Bandung, Rumah Dangdos sudah pasti menjadi pilihan utama  kami untuk menginap.

--//--

Catatan:
#  Jl. Pangeran Kornel terletak persis berseberangan dengan Jl. Maulana Yusuf.
- Dari arah Simpang Dago ke BIP: belok kiri perempatan Dukomsel (atau toko mainan Celebrate), jalan beberapa puluh meter, belok kiri lagi.
- Dari Jl. Surapati arah Gazibu ke Cikapayang: belok kiri di jalan tepat sebelum Restoran Citroen Grass.

# Selain melalui online hotel booking seperti www.agoda.com, untuk informasi harga dan reservasi Rumah Dangdos dapat menghubungi  022 61415463 atau email ke rumahdangdos@gmail.com

No comments: